Manajemen
Kualitas Air
Ketidakcocokan
lingkungan air dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan bagi ikan yang hidup
didalamnya. Parameter baku kualitas air yang umum diketahui setidaknya harus
diusahakan dalam kondisi yg optimum untuk mendukung pertumbuhan dan
perkembangbiakan ikan.
![]() |
Gambar Skala pH |
Apa
itu pH?
Puissance
negative de Hidrogen (pH) dinyatakan dalam angka 1-14, merupakan indikasi kalau
air tersebut bersifat asam, basa atau netral.
Kondisi pH
yang baik untuk produksi berbagai jenis ikan antara nilai 6-9. Air yang
mempunyai tingkat keasaman pada pH 4 dan kebasaan pH 11 merupakan titik kritis
bagi kehidupan ikan, walaupun sebenarnya ikan mampu bertahan pada kisaran nilai
pH tersebut akan tetapi produksi yang dihasilkan akan rendah.
Bagaimana
Menjaga Nilai pH ?
pH
merupakan indikator yang dapat mempengaruhi unsur lain yang dibutuhkan oleh
ikan. Air sumur atau air tanah pada umumnya mempunyai nilai pH yang rendah,
karena banyaknya karbonat (CO). Bila sudah berhubungan dengan udara, O2 akan
larut dan gas-gas lain akan menguap sehingga pH akan sedikit netral. Oleh karena itu, kalau ingin aman
menggunakannya untuk budidaya ikan maka disarankan agar air sumur diinapkan
dahulu, penginapan ini bermaksud agar air berhubungan langsung dengan udara.
Penurunan pH bisa terjadi akibat aktifitas
ikan yang memproduksi asam dari sisa nitrogen yaitu amonia dan nitrit. Akuarium yang airnya lama tidak diganti
menyebabkan pH-nya rendah, banyaknya asam arang (CO2) yang biasanya
terjadi karena banyaknya tanaman air juga dapat mengakibatkan penurunan nilai pH.
Fitoplankton dan tanaman air lainnya akan mengambil CO2 selama
proses fotosintesis sehingga mengakibatkan pH air meningkat pada siang hari dan
menurun pada malam hari.
Untuk menurunkan pH yang terlalu tinggi
dapat dilakukan dengan penambahan asam fosfor (phosphoric acid), sedangkan untuk meningkatkan pH dapat dilakukan
dengan penambahan garam dan soda kue atau bikarbonat kedalam air. Untuk
meningkatan pH juga dapat ditambahkan kapur perikanan berupa kalsium karbonat
(CaCO3) yang jumlahnya tergantung pada kondisi pH sebelumnya. Daun ketapang kering juga dapat digunakan
untuk menurunkan pH dengan cara dimasukan kedalam air kolam.
Aplikasi kapur dapat dengan mudah
dilakukan dalam kolam keadaan kering, dengan menyebarkannya secara merata ke atas
dasar kolam budidaya, jika kolam tidak dikeringkan maka penyebaran kapur secara
merata ke seluruh permukaan air kolam. Pengapuran harus dilakukan 1 bulan
sebelum kegiatan pemupukan untuk menghindari mengendapnya fosfor karena diikat
oleh kapur. Di sisi lain reaksi kapur dengan dasar kolam budidaya akan
meningkatkan ketersediaan fosfat dalam air kolam.
Salah satu cara yang sangat ekonomis untuk
menetralkan nilai pH adalah dengan proses pengapuran. Dengan pengapuran, dapat
diperoleh berbagai manfaat sebagai berikut :
1.
Dapat menormalkan asam bebas
dalam air, sehingga tingkat asam dapat turun
2.
Dapat menjadikan penyangga,
serta menutup akan kemungkinan terjadi suatu goncangan pH air atau tanah yang
mencolok
3.
Memberi dukungan pada
aktifitas bakteri pengurai bahan organik, sehingga dengan demikian garam dan
zat hara terbebas
4.
Dapat mengendapkan koloid yang
melayang dalam air.
Tabel 1.
|
kebutuhan kapur (CaO)
pada berbagai tingkat pH dan berbagai jenis tekstur tanah dasar tambak.
|
|||
pH
|
Kebutuhan
kapur/CaO (ton/ha)
|
|||
Lempung
liat berat
|
Pasir
berlumpur
|
Pasir
|
||
4
4-4.5
4.5-5
5-5.5
5.5-6
6-6.5
|
4
3
2
1.5
1
0.5
|
2
1.5
1.25
1
0.5
0.5
|
1.25
1.25
1
0.5
0.25
0
|
Dampak
Perubahan pH
Perubahan pH secara mendadak
akan menyebabkan ikan meloncat-loncat atau berenang sangat cepat dan tampak
kurang O2 hingga ikan mati mendadak.
Sedangkan perubahan pH secara perlahan akan menyebabkna lendir keluar
berlebihan, kulit menjadi keputihan dan mudah terserang bakteri. Ikan akan
mengatasi kondisi asam tersebut dengan mengeluarkan lendir yang berfungsi untuk
melindungi lapisan epitel, tentu saja dengan adanya lapisan lendir, pertukaran
gas menjadi tidak normal. Jika ion hidrogen
yang banyak terdapat pada air asam tersebut tersedot masuk melalui insang maka
pH darah ikan menjadi rendah, yang akhirnya akan menyebabkan mortalitas tinggi.
Pada umumnya diakibatkan karena ikan tidak dapat mengikat O2 dalam
jumlah normal.
![]() |
Gambar ikan yang mati karena pH yang tidak sesuai |
Alat
Ukur pH
Pengukuran nilai pH dapat
dilakukan dengan :
1.
pH test kit yang berbentuk
cairan, cairan ini diteteskan pada air sampel sehingga air tersebut berubah
warna, warna air sampel tersebut kemudian dicocokan dengan warna komparator
standar.
2.
pH meter, merupakan alat yang
bekerja secara digital sehingga dapat membaca nilai pH persepuluhan
3.
Kertas pH universal, dengan
cara pencelupan kertas pH kedalam air sehingga terjadi perubahan warna pada
kertas, warna tersebut kemudian dicocokan dengan warna komparator standar.
Tabel 2.
|
Kisaran nilai pH dalam kegiatan
budidaya ikan
|
||
No
|
Kegiatan
|
Kisaran pH
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
|
Pengangkutan benih
Pembenihan ikan
Reproduksi ikan
Pertumbuhan ikan
Pembesaran ikan di keramba jaring apung
|
6-7.9
6.7-8.2
6.4-7
6.5-7.5
6.9
|
![]() |
pH meter |
![]() |
Kertas pH Indikator |
![]() |
Soil Tester |