Penyuluh Perikanan

Penyuluh Perikanan
Pulau Tinggi

Sabtu, 09 Desember 2017

Overfishing : Apa dan Mengapa ?

Overfishing : Apa dan Mengapa ?



            Secara umum overfishing diartikan sebagai jumlah ikan yang ditangkap melebihi jumlah yang dibutuhkan untuk mempertahankan stok ikan dalam suatu daerah tertentu. Lebih spesifik lagi overfishing dikategorikan mejadi beberapa tipe, yakni :
v  Recruitment overfishing adalah situasi dimana populasi ikan dewasa ditangkap sedemikian rupa sehingga tidak mampu lagi untuk melakukan reproduksi untuk memperbaharui spesiesnya lagi.
v  Growth overfishing terjadi manakala stok ikan yang ditangkap rata-rata ukurannya lebih kecil daripada ukuran yang seharusnya untuk berproduksi pada tingkat yield per recruit yang maksimum.
v  Economic overfishing terjadi jika rasio biaya/ harga terlalu besar atau jumlah in-put yang dibutuhkan lebih besar daripada jumlah in-put yang dibutuhkan untuk berproduksi pada tingkat rente ekonomi yang maksimum.
v  Malthusian overfishing terjadi manakala nelayan skala kecil yang biasanya miskin atau tidak memiliki alternatif pekerjaan memasuki industri perikanan namun menghadapi hasil tangkap yang menurun.
Masyarakat pulau kecil yang sangat menggantungkan hidupnya pada sumber daya ikan tersebut mengekstraksi sumber daya sampai pada taraf yang berlebihan yang pada gilirannya kemudian menyebabkan suplai pangan dari laut menurun drastis.

            Di zaman sekarang, fenomena overfishing semakin meningkat dengan menurunnya penangkapan ikan-ikan ekonomis penting terutama di negara-negara industri. Eskalasi overfishing di zaman sekarang sedikit banyak dipicu oleh gap yang makin lebar antara kebutuhan permintaan ikan dan kemajuan teknologi di satu sisi kemampuan penyediaan sumber daya ikan sangat terbatas. Hal ini terjadi baik oleh kegiatan non-komersial dan komersial. Pada kasus non-komersial, kemiskinan di wiayah pesisir memicu terjadinya destructive fishing yang kemudian mengacaukan mata rantai makanan, sementara kegiatan komersial lebih disebabkan oleh pemenuhan permintaan ikan dengan nilai ekonomi tinggi. Kondisi ini kemudian diperparah oleh sifat sumber daya ikan yang fugitive (bergerak) dan sulitnya melakukan fencing the ocean (mengkapling laut) karena terkait dengan doktrin sifat kepemilikan yang lebih merupakan common pool resource.

 
            Overfishing bukan semata berdampak paa menurunnya produksi dan rusaknya ekosistem. Karena dalam skala makro, overfishing bisa menimbulkan suatu fenomena yang disebut fleet migration. Dengan jumlah armada yang terus meningkat, negara-negara yang mengalami penurunan stok dan produksi, serta peningkatan kompetisi, akan bereaksi dengan mencari fishing ground yang lebih produktif baik secara legal maupu ilegal.  Fleet migration juga pada gilirannya akan menimbulkan transfer over capasity dari suatu negara ke negara lain atau dalam skala nasional dari suatu daerah ke daerah lain.




            Apakah overfishing terjadi di negqra kita ? jawabanya ya dan tidak !. para ahli perikanan menyatakan bahwa di beberapa daerah seperti pantai utara jawa dan wilayah sumatra sudah menglami overfishing, namun hal itu lebih didasarkan pada maximum sustainable yield yang disepakati. Apakah kemudian hal itu sudah cukup untuk melakukan intervensi kebijakan?, jawabannya tentu saja belum, karena yang penting adalah seberapa besar economic overfishing  yang terjadi. Berusaha menyelesaikan masalah overfishing dengan memberikan subsidi agar mereka bisa lebih mencari daerah penangkapan lain sama halnya mengatasi masalah kegemukan dengan mengendorkan ikat pinggang. Solusi overfishing tentu saja menyangkut solusi terhadap over capasity secara keseluruhan.

Sumber : Artikel diambil dari Buku “Kebijakan Perikanan dan Kelautan : Issue, Sintesis, dan Gagasan”

(Dr. Ir. Akhmad Fauzi, M.Sc, Penerbit PT Grafika Mardiyuana : 2005)

Rabu, 06 Desember 2017

Penanganan Rajungan (Portunus pelagicus) Skala Mini Plant

Penanganan Rajungan (Portunus pelagicus) Skala Mini Plant


Rajungan (Portunus pelagicus) termasuk hewan dasar laut yang dapat berenang ke permukaan pada malam hari untuk mencri makan. Rajungan hidup di daerah pantai berpasir lumpur dan diperairan depan hutan mangrove. Rajungan juga disebut blue swimming crab, dagingnya terbungkus oleh suatu lapisan kulit keras (cangkang/ karapas). Daging rajungan mempunyai nilai gizi rata-rata per 100 gram daging rajungan mengandung karbohidrat 14,1 gram, kalsium 210 mg, fosfor 1,1 mg, zat besi 200 SI, dan vitamin A dan B1 sebesar 0,05 mg/ 100 gram. Keunggulan daging rajungan adalah kandungan proteinnya yang tinggi sekitar 16-17 gr/100 gr daging.

Rajungan merupakan salah satu jenis organisme laut yang banyak terdapat di perairan Indonesia. Rajungan merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomis yang penting, adanya permintaan pasar yang tinggi diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha dalam bidang perikanan khususnya skala home-industry. Keadaaan tersebut bisa berhasil jika pada proses penanganannya kualitas atau mutu kesegaran rajungan bisa dijaga, khususnya dalam penanganan rajungan selama panen, transportasi, dan pengolahan dalam industri skala rumah tangga. Ciri-ciri rajungan segar dan tidak segar disajikan dalam tabel berikut ;

Keadaan
Kondisi Segar
Kondisi Tidak Segar
Terlihat
Cerah dan cemerlang, warna belum berubah sesuai warna aslinya
Terdapat banyak warna merah jambu, terutama di sekitar kepala dan kaki, serta terdpt bnyk bintik hitam di kakinya
Mata
Mengkilap, hitam, dan bulat serta tidak terlalu menonjol keluar
Pudar dan kelabu gelap serta mononjol keluar, bola mata melekat pada tangkai mata
Kulit
Tetap melekat kuat pada daging dan tidak berlendir
Mudah terkelupas
Ruas tubuh/ kaki
Tetap terhubung kuat dan kompak serta tidak mudah terlepas
Kendur dan mudah dilepas dari kulitnya dan terasa lengket bila ditekan
Daging
Masih terasa padat dan lentur serta melekat kuat pada kulitnya
Kendur dan mudah dilepas dari kulitnya dan terasa lengket bila ditekan
Aroma
Segar dan tidak tercampur bau lainnya
Menyengat dan busuk

Sistem pedagangan rajungan segar mulai dikembangkan dalam bantuk serpihan daging untuk konsumsi langsung maupun bahan baku produk pengalengan. Proses penanganan bahan baku pada industri skala rumah tangga umumnya masih belum bisa menerapkan prinsip HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). Pemahaman tentang teknik penanganan rajungan selama proses panen, transportasi, dan pengolahan oleh para pelaku usaha di skala rumah tangga diharapkan dapat menerapkan penanganan yangs sesuai dengan standar GMP dan SSOP.

Tahapan Penanganan Rajungan Sesuai SOP
Penanganan Bahan Baku
Prosedur peneriman rajungan mentah dan pencucian rajungan sebagai berikut ;
   a.    Rajungan mentah dari nelayan diterima di cooking station
  b.    Rajungan mentah disortasi, ditimbang, dan dicatat (rajungan yang tidak sesuai standar mutu, akan terjadi reject/ penolakan)
  c.     Sortasi, pemberian perlakuan dengan mengelompokan rajungan berdasarkan ukuran, jenis, dan kualitas untuk mempermudah proses penjualan
  d.    Rajungan mentah yang sudah disortasi dicuci (disiram) menggunakan air bersih yang memenuhi syarat mutu untuk menghilangkan dari kotoran, tanah, dan dari sumber kontaminan dan bakteri. Pada waktu penirisan rajungan yang telah dicuci tidak boleh kontak langsung dengan lantai dan selama proses penanganan harus memperhatikan sistem rantai dingin.


Penanganan Saat Pengukusan
  a.    Pengukusan, pemberian perlakuan pemanasan yang bertujuan untuk menghambat aktifitas atau membunuh bakteri pembusuk maupun aktifitas enzim
   b.    Pekerja menggunakan perangkat seragam, yaitu baju seragam proses, masker, penutup kepala, apron, dan sepatu boot
  c.     Dandang pemasakan, perlengkapan masak, dan ruangan produksi harus dalam kondisi bersih
  d.    Proses pengukusan menggunakan air yang memenuhi persayaratan air minum, waktu pemasakan sesuai dengan kapasitas rajungan, cara pengukusan yang baik, ketinggian air sesuai standar
Urutan cara kerja perebusan rajungan sebagai berikut :
   a.    Dandang kukus yang dilengkapi sarangan, diisi air dengan ketinggian 8-10 cm dan letakan diatas tungku sampai air mendididh
   b.    Setelah mendidih masukan rajungan ke dalam dandang dan dikukus selama 25 menit
  c.     Setelah rajungan matang, angkat dari dandang dan dilakukan proses cooling di meja dengan menggunakan kipas angin
   
Penanganan Pengupasan
   a.    Pengupasan, pemberian perlakuan memisahkan daging dari kulitnya dan mengelompokan sesuai jenisnya, cold chain system tidak boleh dilupakan selama proses pengupasan
   b.    Rajungan yang telah dinding diletakan diatas nampan dengan diberi es curah dibawahnya
   c.     Pengupasan menggunakan pisau stainless steel
  d.    Daging yang sudah dikupas dipisahkan menurut jenisnya dan ditempatkan dalam wadah (toples plastik) yang bagian abwah diberi es
   e.    Daging yang lunak (reject) dipisahkan ke bagian penimbangan
f.      Semua hasil kupasan daging diserahkan ke bagian penimbangan untuk ditimbang dan dicatat, setalah proses picking selesai ruangan dan sarana kerja dibersihkan kembali 

Penyortiran Daging
Klasifikasi daging rajungan sebagai berikut :
  1.    Jumbo lump, daging dari 2 ruas dada terakhir, dekat dengan abdomen
  2.    All lump, daging dari ruas-ruas dada kiri-kanan
  3.    Backfin, bagian dari jumbo lump dan all lump yang tidak terkopek secara utuh 
  4.    Claw, daging dari 2 kaki capit
  5.    Special, daging dari kaki jalan dan kaki renang

Pengemasan dan Penyimpanan
  a.    Pengemasan, pemberian perlakuan menempatkan daging yang telah dikupas ke dalam sebuah tempat untuk melindungi dari kotoran, bakteri, maupun kerusakan fisik
  b.    Semua daging rajungan dikemas dalam wadah plastik harus tetap dalam kondisi dingin dengan cara diberi es curah
   c.     Penyimpanan dingin, pemberian perlakuan penyimpanan daging yang telah dikemas pada suhu rendah untuk menghambat terjadinya kemunduran mutu akibat aktifitas enzim maupun bakteri.     
  d.    Penyimpanan bisa menggunakan stryrofoam atau cool box dengan menambahkan es curah untuk mempertahankan csistem rantai dingin.

Sumber : latif Sahubawa, Teknik Penanganan Hasil Perikanan. UGM Press (2016) 

Minggu, 03 Desember 2017

Manajeman Bisnis Perikanan

Manajeman Bisnis Perikanan

Usaha perikanan hendaknya dikelola secara profesional, bukan hanya sebuah usaha sampingan sebatas pemenuhan kebutuhan hidup atau tidak mengacu pada pencapaian target keuntungan (profit oriented). Untuk mencapai target keuntungan, usaha perikanan dijalankan seperti halnya sebuah perusahaan dengan kemampuan manajemen yang baik.
Fungsi Manajemen
Secara umum manajemen adalah cara mengatur satu atau beberapa faktor yang menunjang usaha untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam bisnis perikanan, manajemen sangat diperlukan supaya dapat berjalan lancar dan mendapat hasil yang sesuai harapan. Dalam bisnis perikanan, fungsi-fungsi itu mempunyai wujud yang berbeda, tergantung dari faktor yang mempengaruhi dan jenis komoditas yang diusahakan. Adapun fungsi-fungsi manajemen yang terdapat dalam bisnis perikanan, antara lain sebagai berikut :
1.    Perencanaan
Fungsi ini merupakan tindakan untuk menetukan sasaran dan arah yang dipilih. Didalam perencanaan dituntut adanya kemampuan untuk meramalkan, mewujudkan, dan melihat ke depan dengan dilandasi oleh tujuan-tujuan tertentu.
2.    Pegorganisasian
Fungsi ini merupakan tindakan mengatur dan membagi-bagi bidang pekerjaan antara kelompok yang ada. Setelah terbentuk kelompok yang diperlukan, fungsi pengorganisasian akan menetapkan dan memperinci hubungan yang diperlukann. 
3.    Penggerakan
Merupakan tindakan untuk merangsang anggota kelompok agar melaksanakan tugas yang telah dibebankan dengan baik dan antusias.
4.    Pengawasan  
Fungsi ini merupakan tindakan untuk mengawasi aktivitas yang terkait agar dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.


Agar manajemen berjalan dapat mencapai tujuan dengan sebaik-baiknya, diperlukan saran-saran pendukung seperti man (tenaga kerja manusia), money (uang yang diperlukan dalam usaha), methods (cara untuk mencapai tujuan), material (bahan yang diperlukan), dan market (pasar, sebagai tempat untuk menjual hasil produksi). Dari uraian diatas dapat ditarik suatu pengertian bahwa manajemen merupakan suatu proses yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai tujuan melalui pemanfaatan sarana dan sumber-sumber daya. 

Aspek-Aspek Yang Memerlukan Manajemen
1.    Aspek produksi
Manajemen produksi mencakup perencanaan produksi dan pengendalian proses produksi. Selama proses produksi berlangsung, kegiatan manajemen diperlukan dalam pengambil keputusan untuk menentukan persiapan dan proses produksi, sehingga pengusaha dapat berproduksi lebih efesien.
2.    Aspek pemasaran
Manajemen pemasaran mencakup kegiatan untuk mendistribusikan hasil produksi ke tangan konsumen. Sebuah perusahaan akan menentukan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran pemasaran, melihat ada tidaknya persaingan, dan menentukan strategi pemasaran yang harus dijalankan.
3.    Aspek keuangan
Manajemen keuangan meliputi kegiatan mengelola keuangan dalam suatu usaha. didalamnya sudah termasuk cara mendapatkan dan mengalokasikan dana untuk suatu rangkaian usaha atau bisnis.
                                                                                                  

Sumber : Agribisnis Perikanan, Penerbit Penebar Swadaya, 2010.

Memilih dan Melengkapi Akuarium

Memilih dan Melengkapi Akuarium

Sudah menjadi kodrat sebagai manusia adalah berinteraksi dengan dunia di sekitar kita, hal paling sederhana yaitu memelihara ikan dalam akuarium. Mengelola akuarium menawarkan kepada kita sesuatu untuk dilakukan, sesuatu untuk dipandang, dan sesuatu untuk dirawat. Bagi bebrapa orang tertentu mengelola akuarium memiliki fungsi kesehatan, hal ini dapat menurunkan tekanan darah dan menimbulkan perasaan tenang dna merasa sehat (sugesti). Setiap orang yang hobiis akuarium dituntut untuk mampu mengkreasikan lingkungan dalan akuarium yang serupa dengan kondisi alamiah ikan, akuarium harus memiliki keseimbangan antara ikan-ikan didalamnya, tanaman, dan juga invertebrata air tawar.   
Memilih Akuarium
Sebagian besar akuarium dibuat dari kaca dengan tepian dari plastik atau bahan lain untuk memberikan sentuhan terakhir sekaligus melindungi dari tepian kaca. Penting bagi anda dalam membeli akuarium, perhatikan ada tidaknya retakan, lubang, atau cacat dan bahwa semua lapisan dalam kondisi rata dan seimbang. Apabila masih ada sisa-sisa lem silicon yang tidak rapi, bisa dibersihkan dengan silet/ cutter. Ketika mengetest ada tidaknya kebocoran, pastikan bahwa akuarium berada pada tempat yang permukaannya kukuh dan rata.
  
Melengkapi Akuarium
Akuarium yang anda miliki perlu dipercantik dengan dekorasi atau asesoris yang mendukung untuk kehidupan ikan yang dipelihara, hal ini akan menambah nilai estetika dari sebuah akuarium serta mencerminkan jiwa kreasi atau seni dari sang pemilik. Adapun perlengkapan yang perlu ditambahkan dalam sebuah akuarium adalah sebagai berikut :

Background (latar belakang), memiliki tujuan untuk memberikan keamana bagi ikan. Ada berbagai desain gambar menarik yang bisa anda dipilih seperti gambar terumbu karang, tanaman air, batu-batuan sungai, dan lain-lain. Background biasanya direkatkan dibagian luar belakang akuarium, beberapa jenis background sudah dilengkapi perekat.

Gravel (kerikil, pasir), anda dapat memilih berdasarkan komposisi, tekstur, ukuran butiran, dan warnanya. Kerikil alam biasanya dipilih orang untuk menciptakan suasana semirip mungkin dengan kondisi aslinya. Ada juga yang memilih gravel sintetis dengan berbagai macam warna tergantung kesukaan sang pemilik akuarium. Jumlah gravel yang anda butuhkan tergantung pada ukuran akuarium dan seberapa dalam anda menginginkan gravel tersebut dalam akuarium. Jika terdapat tanaman air anda perlu menempatkan gravel sedikit lebih banyak 2 inchi, sehingga akar tanaman mempunyai cukup ruang untuk tumbuh dna berkembang. Sebelum memasukan gravel ke dalam akuarium, anda terlebih dahulu mencucinya hingga bersih dari kotoran dan bahan lain yang menempel.



Pompa Udara, diperlukan untuk untuk memberikan udara dalam akuarium, udara juga mampu menghasilkan arus yang menggerakan air dari bagian dasar ke bagian atas dan memungkinkan pergantian gas saat udara dan air bercampur, singkatnya kadar oksigen terlarut dalam air akan meningkat dan kadara karbondioksida akan menurun. Anda harus memilih pompa udara berdasarkan jumlah suplai udara yang dibutuhkan.

Dekorasi Akuarium, menambahkan dekorasi akuarium seperti tanaman plastik, driftwood, dan asesoris lainnya harus disesuaikan dengan susunan dan penataan akuarium, namun tujuan utamanya tidak hilang yaitu menambah kecantikan akuarium anda tanpa mengganggu ikan peliharaan.  


Filtarsi, ada 2 jenis filtrasi yang banyak digunakan sekarang ini, satu filter mengalirkan air dari akuarium melalui tube penyedot, air mengelir melalui material filter dan dipompa kembali ke dalam akuarium melalui saluran pengeluaran. Filter jenis kedua disebut model overflow, fiter ini mengalirkan air melalui tube, kemudian mendorongnya melalui material filter, air akan kembali kedalam akuarium dengan memancar ke bawah seperti air terjun.



Pemanas, jika anda memang harus meletakan pemanas (heater) dalam akuarium (tetapi jangan langsung memanaskannya) dan biarkan selama 60 menit untuk mencapai temperatur yang sama dengan temperatur air. Ada 2 jenis pemanas yang paling mendasar, jenis pertama diletakan dibawah permukaan air dan sebagian lagi diatas, direkatkan disisi akuarium. Kedua jenis pemanas dapat bekerja dengan baik, tetapi jenis pertama dapat tersembunyi dengan lebih baik.  


Sumber :
Freshwater Aquarium Set-up and Care, Published By T.F.H  Publications, 2009.