Penyuluh Perikanan

Penyuluh Perikanan
Pulau Tinggi

Senin, 14 Juli 2014

Rumpon atau Fish Aggregating Device (FAD)

Rumpon atau Fish Aggregating Device (FAD)


adalah salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang dilaut, baik laut dangkal maupun laut dalam. Pemasangan tersebut dimaksudkan untuk menarik gerombolan ikan agar berkumpul disekitar rumpon, sehingga ikan mudah untuk ditangkap. Rumpon dalam bahasa kelautan adalah karang buatan yang dibuat oleh manusia dengan tujuan sebagai tempat berkumpul ikan. Rumpon merupakan rumah buatan bagi ikan di dasar laut yang dibuat secara sengaja dengan menaruh berbagai jenis barang di dasar laut seperti ban, dahan dan ranting dengan pohonnya sekaligus. Barang–barang tersebut dimasukkan dengan diberikan pemberat berupa beton, batu–batuan dan penberat lainnya sehingga posisi dari rumpon tidak bergerak karena arus laut. Barang–barang yang dimasukkan kedalam laut dapat terus ditambah secara berlanjut untuk menambah massa rumpon.
Pembuatan rumpon ikan sebenarnya adalah salah satu cara untuk mengumpulkan ikan, dengan membentuk kondisi dasar laut menjadi mirip dengan kondisi karang–karang alami, rumpon membuat ikan merasa seperti mendapatkan rumah baru. Meski untuk mengetahui keberhasilanya dibutuhkan waktu yang tidak sedikit sekitar 3- 6 bulan namun usaha pembuatan rumpon ini merupakan solusi terbaik meningkatkan hasil perikanan di laut.
Jenis-jenis rumpon, terdapat 3 jenis rumpon, yaitu:
  1. Rumpon Perairan Dasar adalah alat bantu penangkapan ikan yang dipasang dan ditempatkan pada dasar perairan laut.
  2. Rumpon Perairan Dangkal adalah alat bantu penangkapan ikan yang dipasang dan ditempatkan padaperairan laut dengan kedalaman sampai dengan 200 meter.
  3. Rumpon Perairan Dalam adalah alat bantu penangkapan ikan yang dipasang dan ditempatkan pada perairan laut dengan kedalaman diatas 200 meter.


Penggunaan rumpon tradisional di Indonesia banyak ditemukan di daerah Mamuju (Sulawesi Setatan) dan Jawa Timur. Menurut Monintja (1993) rumpon banyak digunakan di Indonesia pada tahun 1980, sedangkan Negara yang sudah mengoperasikan rumpon diantaranya Jepang, Philipina, Srilanka, Papua Nugini dan Australia.
Beberapa alasan mengapa ikan sering ditemukan disekitar rumpon:
  1. Banyak ikan- ikan kecil dan plankton yang berkumpul disekitar rumpon dimana ikan dan plankton tersebut merupakan sumber makanan bagi ikan besar.
  2. Ada beberapa jenis ikan seperti tuna dan cakalang yang menjadikan rumpon sebagai tempat untuk bermain sehingga nelayan dapat dengan mudah untuk menangkapnya.
Nelayan dapat mengetahui banyak ikan di daerah rumpon dengan beberapa ciri yang khas yaitu:
  1. Banyaknya buih-buih atau gelembung udara dipermukaan air.
  2. Warna air akan terlihat lebih gelap dibandingkan dengan warna air disekitarnya karena banyak ikan yang bergerombol. 
  

Tingkah laku ikan disekitar rumpon
Asikin (1985) mengemukakan bahwa keberadaan ikan di sekitar rumpon karena berbagai sebab, antara lain:
  1. Rumpon sebagai tempat bersembunyi di bawah bayang-bayang daun rumpon bagi beberapa jenis ikan tertentu;
  2. Rumpon sebagai tempat berpijah bagi beberapajenis ikan tertentu;
  3. Rumpon itu sebagai tempat berlindung bagi beberapa jenis ikan yang mempunyai sifat fototaksis negatif;
Samples dan Sproul (1985) mengemukakan teori tertariknya ikan yang berada di sekitar rumpon disebabkan karena:
  • Rumpon sebagai tempat berteduh (shading place) bagi beberapa jenis ikan tertentu;
  • Rumpon sebagai tempat mencari makan (feeding ground) bagi ikan-ikan tertentu;
  • Rumpon sebagai substrat untuk meletakkan telurnya bagi ikan-ikan tertentu;
  • Rumpon sebagai tempat berlindung (shelter) dan predator bagi ikan-ikan tertentu;
  • Rumpon sebagai tempat sebagaititik acuan navigasi(meeting point) bagi ikan-ikan tertentu yang beruaya.
Adanya ikan di sekitar rumpon berkaitan pula dengan pola rantai makanan dimana rumpon menciptakan suatu arena makan dan dimulai dengan tumbuhnya bakteri dan mikroalga ketika rumpon mulai dipasang. Selanjutnya mahluk renik dan hewan-hewan kecil akan menarik ikan-ikan yang berukuran lebih besar yang memangsa ikan-ikan berukuran kecil (Subani, 1972).
Berdasarkan hasil analisa isi perut dari ikan-ikan yang berada di sekitar rumpon didapatkan bahwa ikan-ikan kecil yang berkumpul di sekitar rumpon tidak memakan daun-daun rumpon tetapi memakan jenis-jenis plankton yang berada di sekitar rumpon (Djatikusumo, 1977).

Bahan dan Komponen Rumpon
setiap rumpon terdiri dari beberapa komponen. Di Indonesia rumpon masih menggunakan bahan alami seperti daun kelapa, tali plastik yang sudah pasti kekuatannya sangat terbatas.
Komponen dan kontruksi rumpon terdiri dari:
1. Pelampung
Sebagai alat pengapung yang dibuat dari besi plat yang dibentuk seperti tabung.
2. Atraktor
Merupakan pemikat yang bertujuan untuk memikat ikan disekeliling rumpon yang terbuat dari daun nyiur atau daun kelapa.
3. Tali-temali
Guna sebagai pengikat pelampung dan pemberat bahannya terbuat dari polyethylene kemudian ditambahkan kawat baja untuk mengikat atraktor supaya cepat tenggelam dan tidak mengapung.
4. Pemberat
Merupakan bahan untuk menenggelamkan rumpon dan rumpon tidak berpindah tempat yang dibuat dari semen yang dicor.
Tim Pengkajian Rumpon IPB (1987) mengemukakan bahwa persyaratan umum komponen dan konstruksi rumpon adalah sebagai berikut:
1. Pelampung
  • Mempunyai kemampuan mengapung yang cukup baik (bagian yang mengapung diatas air 1/3 bagian)
  • Konstruksi cukup kuat
  • Tahan terhadap gelombang dan air
  • Mudah dikenali dari jarak jauh
  • Bahan pembuatnya mudah didapat;
2. Atraktor atau pemikat
  • Mempunyai daya pikat yang baik terhadap ikan
  • Tahan lama
  • Mempunyai bentuk seperti posisi potongan vertikal dengan arah ke bawah
  • Melindungi ikan-ikan kecil
  • Terbuat dan bahan yang kuat, tahan lama dan murah;
  • Tali-temali,
  • Terbuat dan bahan yang kuat dan tidak mudah busuk
  • Harganya relatif murah, mempunyai daya apung yang cukup untuk mencegah gesekan terhadap benda-benda lainnya dan terhadap arus
  • Tidak bersimpul (less knot);
4. Pemberat
  • Bahannya murah, kuat dan mudah diperoleh
  • Massa jenisnya besar, permukaannva tidak licin dan dapat mencengkeram
Jenis- jenis Ikan yang Banyak Ditemukan di Sekitar Rumpon
Tidak semua ikan ditemukan disekitar rumpon. Ikan jenis pelagis merupakan ikan dominan yang sering ditemukan didalam rumpon. Jenis-jenis Ikan yang Sering Berasosiasi dengan Rumpon, (Monintia, 1993):
  • Cakatang – Skipjack- (Katsowonus pelamis)
  • Tongkol – Frigate Tuna- (Auxis thazard )
  • Tongkol Pisang-Frigate Tuna- Euthynnus affinis
  • Tenggiri- King Mackeret- Scomberomorus sp
  • Madidihang -Yellow Fin Tuna- Thunnus albacares
  • Tembang -Frigate Sardin – Sardinella firnbriato
  • Japuh Rainbow -Sardin -Dussumeria hosselti

Konstruksi Rumpon Di Jawa Barat
konstruksi rumpon masih sederhana sekali, pada umumnya pelampungnya dari bambu dan tali temalinya dari bahan plastik atau rotan, pemberatnya dari batu gunung atau batu karang sedangkan atraktornya menggunakan daun kelapa. Rumpon jenis ini banyak dioperasikan di laut yang dangkal dengan tujuan untuk rnengumpulkan ikan pelagis yang kecil – kecil. Untuk perairan yang mempunyai kedalaman sampai ribuan meter digunakan tali.
Di negara maju seperti Jepang dan Philipina rumpon yang dipasang selalu dilengkapi alat penditeksi ikan yang dapat memonitor dari kapal penangkapannya.

Agar kepemilikkan rumpon tidak tertukar atau hilang, maka diberi tanda, misalnya dengan bendera, pelampung, cermin atau tanda lain sesuai keinginan pemiliknya. Pembuatan rumpon selain untuk diambil hasil ikannya untuk keperluan sendiri, dapat juga disewakan kepada para pemancing laut yang memang mencari kesenangan mencari ikan di lokasi yang banyak ikannya. Para pemancing yang memang membutuhkan hot spot memancing yang bagus dapat menyewa pemilik rumpon ini sebagai alternatif memancing yang cukup mudah.

PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA IKAN

PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA IKAN


 Penyakit pada budidaya ikan merupakan hal yang menakutkan bagi pembudidaya ikan, betapa tidak, hasil kerja keras mulai dari persiapan lahan, penebaran benih, sampai dengan pemeliharaan yang penuh dengan kehati-hatian akan sirna atau berganti dengan kerugian apabila apabila ikan terkena penyakit.
kenapa ikan sakit? dalam kondisi normal yaitu lingkungan optimal dan daya tahan tubuh yang baik, ikan sebenarnya jarang terkena penyakit. Namun, apabila kondisi lingkungan tidak cocok, ikan stres dan daya tahan tubuh menurun. Bila sudah begitu, maka penyakit akan dengan sangat mudah muncul.
Beberapa hal yang dapat menyebabkan kondisi tubuh ikan melemah, diantaranya kualitas air yang yang buruk, nutrisi yang tidak terpenuhi, serta kepadatan yang terlalu tinggi. Akibatnya terjadi komposisi tidak sehat antara oksigen , makanan, buangan metabolit beracun serta mikro organisme yang lain. Sumber penyakit terdiri dari virus, bakteri, parasit, dan sumber lain yaitu kekurangan nutrisi dan rusaknya kualitas air.
Bagaimana mendeteksi ikan yang terkena penyakit? Ikan sakit ditandai dengan tingkah laku yang tidak seperti biasanya dan ditemukan kelainan pada organ tubuh.
Tanda-tanda tingkah laku ikan sakit diantaranya :
* Berenang tidak terkendali, bahkan menabrak pematang.
* Membuka dan menutup insang lebih lebar dan cepat (mengap-mengap).
* Menggosok-gosokkan badan pada benda-benda yang ada di kolam.
* Nafsu makan menurun, bahkan terkadang ikan tidak mau makan.
* Berkumpul di inlet (tempat air masuk).
* Berenang dipermukaan
* Gerakan lemas dan kurang agresif

 Tanda-tanda pada bagian tubuh diantaranya:
* Warna insang pucat agak pudar bahkan mengalami kerusakan.
* Produksi lendir lebih banyak dari biasanya.
* Proporsi tubuh tidak seimbang (cenderung kurus).
* Adanya luka dan pendarahan.
* Warna kulit lebih pucat atau gelap (tidak cerah).
* Kelainan pada tulang belakang.


 Apabila tanda-tanda tersebut ditemui maka segera lakukan perbaikan kualitas air dengan cara mengganti sebagian atau seluruh air media budidaya, penambahan vitamin pada pakan, dan melakukakan pengobatan dengan segera.
Pencegahan Penyakit
Mencegah lebih baik daripada mengobati, selain lebih ekonomis karena terhindar dari kerugian yang besar akibat kemauan massal ikan. paling tidak ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit. 
1. Melakukan persiapan lahan yang benar, yaitu pengeringan dan pemupukan. Pengeringan bertujuan untuk memutus siklus hidup penyakit. Dilakukan kira-kira selama tiga minggu sampai dasar kolam retak-retak. Pengapuran digunakan untuk menstabilkan pH tanah dan air serta dapat membunuh bakteri dan parasit. Pemupukan digunakan untuk menyuburkan kolam dan menumbuhkan fitoplankton sebagai pakan alami.
2. Menjaga kualitas air pada saat pemeliharaan. untuk itu dapat dilakukan treatment probiotik secara teratur 0,3 ppm setiap hari. Probiotik akan mendegradasikan bahan organik, menguraikan gas beracun dan menekan pertumbuhan bakteri merugikan penyebab timbulnya bakteri.
3. Meningkatkan ketahanan tubuh ikan melalui kekekebalan non spesifik dengan aplikasi imunostimulant secara teratur seperti vitamin,  glukan, dan pemberian probiotik.

 
 Pengobatan penyakit

Apabila ikan terlanjur terserang penyakit segera dilakukan pengobatan sesuai penyebab penyakit. Antibiotik diberikan untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri, anti parasit diberikan untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh parasit. untuk penyakit-penyakit virus, treatment yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan system ketahanan tubuh ikan melalui pemberian vitamin terutama vitamin C.

*Diolah dari berbagai sumber.

Minggu, 01 Juni 2014

Lima Barang Pengancam Kesehatan

Lima Barang Pengancam Kesehatan


Bahaya yang mengancam kesehatan ternyata ada di dalam rumah Anda sendiri. Apa saja?
Siapa sangka, barang-barang di rumah kita bisa menjadi sumber penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Berikut daftar barang-barang tersebut, seperti yang dikutip dari Genius Beauty.

1. Talenan kayu.
Hingga kini, benda ini masih menjadi barang yang selalu ada di dapur. Fungsinya sebagai tatakan saat memotong bahan-bahan mentah untuk di masak. Menurut John Oxford, peneliti dari Universitas London, sebuah talenan kayu dapat menyimpan ribuan bakteri penyebab penyakit. Sisa potongan makanan yang mengendap dapat membuat koloni bakteri baru dan mengendap di kayu. Bakteri tersebut akan menempel di setiap bahan makanan yang kita potong.

2. Talenan plastik.
Seringkali digunakan untuk mengganti talenan kayu yang lebih tradisional. Tak semua talenan terbuat dari plastik yang aman. Bahan plastik bisa berbahaya jika tidak sengaja terkonsumsi. Pilihlah produk talenan plastik yang menjamin keamanan plastiknya. Jika Anda tak yakin, saat talenan sudah tergores, lebih baik ganti dengan yang baru. 

3. Sikat gigi.
Peneliti dari Universitas Manchester mengungkap bahwa sebanyak 10 juta bakteri bisa berkumpul di sikat gigi. Tak hanya itu, virus penyakit dan jamur bisa berkembang biak di sana. Para peneliti menyarankan Anda untuk mengganti sikat gigi 2-3 bulan sekali.

4. Handuk.
Kondisinya kurang lebih sama dengan sikat gigi. Dan untuk menghilangkan bakteri yang berkumpul di dalamnya, perlu pemanasan hingga 90 derajat celcius.

5. Bantal.

Bakteri yang berkumpul pada bantal bisa menyebabkan gangguan pernapasan, gatal-gatal dan demam. Professor Jean Amberline, dari British Society for Allergy menyarankan untuk mengganti sarung bantal secara teratur, serta mengganti bantal setiap 2 tahun sekali.

Inilah Akibatnya jika Iblis Membentangkan Sajadah

Inilah Akibatnya jika Iblis Membentangkan Sajadah



Siang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jum'at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.
Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. “ Hai, Blis! “ , panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa terusik : “ Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini! “ , jawab Iblis ketus.
“ Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci, Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti! “ , Kiai mencoba mengusir.
“ Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru “ . Kiai tercenung.
“ Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu “ .
“ Dengan apa? “
“ Dengan sajadah! “
“ Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis? “
“ Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar! “
“ Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis? “
“ Bukan itu saja Kiai... “
“ Lalu? “
“ Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar “
“ Untuk apa? “
“ Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah “ .
Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil.
Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya.
Keduanya masih melakukan sholat sunnah.
“ Nah, lihat itu Kiai! “ , Iblis memulai dialog lagi.
“ Yang mana? “
“ Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka “ .
Iblis lenyap. Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf.
Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya. Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa. Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat.
Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadian-kejadian itu beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang menerima di bawah. Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas.
Pemilik sajadah lebar, diindentikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Dan pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa.

Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain. “ Astaghfirullahal adziiiim “ , ujar sang Kiai pelan.

6 Cara Sederhana Kurangi Stres Saat Bekerja

6 Cara Sederhana Kurangi Stres Saat Bekerja



Bekerja dapat membuat Anda stres. Sederhana saja sebabnya. Telepon tidak berhenti berdering. Rekan kerja di seberang Anda tidak berhenti bicara. Ada banyak hal yang harus dilakukan, namun waktunya terbatas.
Meski stres dengan tingkat yang wajar bisa menjadi penyemangat yang baik, stres berat dapat memengaruhi produktivitas, belum lagi kesehatan emosional dan fisik Anda.

Anda tidak dapat mengatur segala hal di lingkungan kerja, namun ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan Anda.

1. Fokus pada satu tugas

Jika Anda merasa seperti ditarik ke berbagai arah, mungkin memang itulah yang terjadi. Ketika Anda merasa sangat gelisah, fokuslah untuk menyelesaikan satu tugas terlebih dahulu. Tutup semua browser, situs internet dan semua aplikasi kecuali yang memang Anda perlukan.

Tutup email dan matikan nada dering telepon seluler. Berkonsentrasilah untuk menyelesaikan satu atau dua hal kemudian segarkan diri dan pulihkan energi Anda sambil membaca pesan yang mungkin terlewatkan.

2. Cari sinar matahari
Ketika bekerja di dalam ruangan kantor yang sama sepanjang hari, mudah untuk kehilangan sudut pandang dan email dari atasan atau berkas yang hilang dapat membuat seakan-akan saat itu adalah akhir dari dunia. Namun beberapa menit berada di luar ruangan dapat memberi Anda sudut pandang baru, membuat semua hal itu tidak seburuk kelihatannya. Sinar matahari secara ilmiah telah terbukti dapat membuat Anda lebih bahagia. Tingkat serotonin (sejenis hormon yang memberi rasa nyaman) Anda dapat meningkat saat terkena cahaya yang terang, itu sebabnya mengapa suasana hati umumnya menjadi lebih baik saat musim panas. Saat bekerja, nikmati istirahat minum kopi atau makan siang di tempat yang terdapat sinar matahari. Atau, lakukanlah jalan-jalan singkat di luar ruangan jika rasa stres tiba-tiba muncul.


3. Bersihkan tempat kerja
Sulit untuk tidak merasa tertekan ketika meja Anda dipenuhi oleh berbagai kertas, berkas dan catatan-catatan bertumpuk serta yang sengaja ditempel untuk menarik perhatian Anda. Para ahli menyarankan untuk mengawali dan mengakhiri hari Anda dengan merapikan tempat kerja. Saya juga terkadang tidak melakukannya, namun saya mencoba untuk menjaga kebersihan.

4. ‘Go green’

Memelihara tanaman di kantor atau ruangan Anda dapat mengurangi stres, meningkatkan kesehatan Anda, dan bahkan menurunkan tekanan darah. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Washington State University menemukan bahwa para partisipan di dalam sebuah laboratorium komputer kampus yang memiliki tanaman dapat bereaksi lebih cepat, sedikit stres dan lebih bisa fokus dibandingkan dengan rekan mereka yang berada di ruangan yang tidak terdapat tanaman.

5. Nikmati teh hijau

Teh hijau (minuman yang dikonsumsi paling banyak kedua di dunia setelah air) memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk mengurangi stres. Sebuah penelitian besar di Jepang yang menghubungkan teh hijau dengan berkurangnya tingkat stres dipublikasikan di “American Journal of Clinical Nutrition”. Teh hijau mengandung asam amino L-tanin, yang membuat tenang dan menjaga daya konsentrasi Anda. Teh hijau mengandung kafein yang cukup dan lebih ramah terhadap tubuh dibandingkan kopi.

6. Berolahraga
Tidak peduli seberapa padatnya jadwal Anda, sisihkan waktu untuk berolahraga. Olahraga yang baik dapat membantu menghilangkan stres, menjaga rutinitas dan berpikir secara jernih. Aktivitas fisik membantu tubuh Anda menghasilkan lebih banyak endorfin (sejenis hormon yang memberi rasa bahagia), untuk menjaga suasana hati Anda tetap baik bahkan ketika hari-hari terasa sulit. Presiden Obama bahkan rutin melakukan latihan kebugaran, mengandalkan olahraga untuk memperkuat hidupnya.


Kamis, 08 Mei 2014

KEMUNDURAN MUTU IKAN DAN TEKNIK PENANGANANNYA

KEMUNDURAN MUTU IKAN DAN TEKNIK PENANGANANNYA

Ikan yang dikonsumsi tubuh manusia sesungguhnya bermanfaat sebagai sumber energi yang dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari, membantu pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh, serta untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kecerdasan. Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa ikan mengandung asam lemak  OMEGA – 3  yang didalamnya terkandung EPA (Eicosapentaenoat acid) dan DNA(Docosahexaenoat add). OMEGA – 3 dikenal sebagai obat yang dapat menjaga dan menurunkan kolesterol. Namun demikian ikan seperti halnya juga komoditas pangan memiliki sifat mudah mengalami kerusakan (perisable). Hal ini karena ikan secara alami mengandung komponen gizi seperti lemak, protein, karbohidrat dan air yang sangat disukai oleh mikroba perusak.
Proses Kemunduran Mutu
Ikan umumnya diperdagangankan baik dalam keadaan sudah mati maupun dalam kondisi masih hidup dalam air. Pada kondisi hidup tentu saja ikan bukan merupakan masalah, sebaliknya dalam kondisi mati ikan akan segara mengalami kemunduran mutu. Pada ikan yang mati, akan segera terjadi perubahan-perubahan yang mengarah pada terjadinya pembusukan, perubahan tersebut terutama disebabkan oleh adanya aktivitas enzim, kimiawi dan bakteri.
Enzim yang terkandung dalam tubuh ikan akan merombak bagian-bagian tubuh ikan mengakibatkan perubahan rasa (flavour), bau (odor), rupa (appearance) dan tekstur (texture), adapun bau tengik (rancid) timbul karena daging yang bersentuhan dengan oksigen udara.

Kerusakan komponen-komonen dalam tubuh ikan oleh aktivitas enzim dan aktivitas kimia akan memicu pertumbuhan bakteri pada tubuh ikan mengingat kondisi tersebut sangat cocok bagi tumbuh kembang bakteri. Faktanya proses kemunduran mutu berlansung sangat kompleks, sehingga sukar untuk diadakan pengolahan karena satu dengan lainnya saling kait mengait, dan bekerja secara simultan.
Ikan yang memiliki gerakan cepat bila terkena alat tangkap akan lebih cepat memasuki rigor-mortis dan busuk. Mengapa ? karena gerakan-gerakan tersebut mengakibatkan tegoresnya pusat konsentrasi ikan dan itu berarti memberi ruang bakteri untuk menyerang. Ikan dengan karakter ini seperti gabus, tongkol dan tenggiri. Ikan-ikan yang berukuran kecil akan membusuk lebih cepat dari pada ikan besar. Ini dimungkinkan karena komposisi kimianya.selain itu keadaan udara yang panas, berawan atau hujan, laut yang banyak bergelombang juga akan mempengaruhi mutu ikan.
Teknik Mempertahankan mutu
Mengingat pembusukan ikan muncul karena aktivitas enzim dan bakteri maka dengan berpedoman pada dua factor penyebab tersebut harus dilakukan tindakan untuk pencegahannya memalui penghambatan kegiatan enzim dan bakteri serta perlindungan ikan dari kontaminasi bakteri. Prinsip yang harus dipegang selama penanganan ikan basah baik untuk konsumsi segar maupun untuk bahan mentah pabrik pengolahan adalah :
Ø  Bekerja dgn cepat, tepat & cermat untuk menghindari kerusakan fisik ikan.

Ø  Mempertahankan suhu pusat ikan hingga 0 0C (pendinginan) 18 0C (pembekuan) selama rantai penanganan hingga diterima oleh konsumen atau pabrik pengolahan

Ø  Selalu bekerja dalam suasana bersih (factor sanitasi dan hygiene).
Prinsip  penting mengingat bahan mentah yang nantinya akan dimakan oleh manusia harus mempunyai mutu, kesegaran dan kemurnian yang baik. Selain itu tingkat kesegarannya (freshnes) akan menentukan harga dan lamanya ikan itu disimpan (shelf life). Untuk mempertahankan suhu pusat ikan dan memperpanjang umur simpannnya air dan es merupakan bahan pembantu yang sangat penting dan selalu diperlukan. Dengan demikian air yang dipakai harus bersih.
Secara alami pembusukan ikan sesungguhnya tidak dapat dicegah atau dihindari. Kemajuan teknologi manusia baru mampu memperlambat atau menunda proses pembusukan itu. Setelah mati, ikan akan mengalami perubahan-perubahan berupa Hyperaemia, Rigor mortis, Autolystis dan Dekomposisis Bakteri. Hyperaemia ditandai dengan proses terlepasnya lendir dari kelenjar-kelenjar di dalam kulit, membentuk lapisan bening yang tebal di sekeliling tubuh ikan. Pelepasan lendir dari kelenjar lendir muncul akibat reaksi khas suatu organisme yang baru dan lendir itu terdiri dari glukoprotein dan menjadi substrat yang baik bagi pertumbuhan bakteri.
Perubahan berikutnya adalah fase mengejangnya tubuh ikan. Kekejangan ini disebabkan organ-organ yang terdapat dalam tubuh ikan berkontraksi akibat adanya reaksi kimia yang dipengaruhi atau dikendalikan oleh enzim. Fase ini lebih dikenal dengan istilah Rigor Mortis.

 Kekejangan ini sifatnya sementara karena akan disusul dengan melemasnya daging ikan kembali (Autolyslic). Kondisi lembeknya daging ikan merupakan hasil dari aktivitas enzim yang semakin meningkat sehingga terjadi pemecahan daging ikan. Lembeknya daging berakibat pada bakteri dalam jumlah banyak dan membuat ikan cepat rusak. Fase ini disebut dengan istilah bacterial decomposition. Bakteri yang umum dijumpai pada fase ini adalah Preudomonas, Pchromobacter, Terratia, dan Elostridium. Bakteri-bakteri tersebut tidak menggangu selama ikan masih dalam keadaan segar namun ketika ikan mati suhu badan ikan menjadi naik dan mengakibatkan bakteri-bakteri tersebut akan menyerang serta merusak jaringan-jaringan tubuh ikan mulai dari pusat konsentrasi (insang, selaput lendir, isi perut) lalu menerobos ke bagian daging ikan sehingga ikan lama-kelamaan menjadi berubah komposisi dagingnya dan jadilah ikan busuk.
Faktor yang Mempengaruhi Mutu Ikan
Kemunduran mutu ikan dipengaruhi oleh cara penangkapan, reaksi ikan menghadapi kematian, jenis dan ukuran ikan, serta cuaca. Penangkapan ikan menggunakan trawl Pole dan line, akan lebih baik dalam memperpanjang mutu ikan dibandingkan dengan yang ditangkap dengan gill-net, long-line. Hal ini karena pada alat pertama ikan yang tertangkap segera ditarik ke atas sedangkan pada peralatan kedua ikan dibiarkan terendam agak lama di dalam air.
Teknik penanganan ikan agar tehindar dari pembusukan dilakukan dengan cara-cara berikut :
ü  Menurunkan suhu, diupayakan dengan pemberian es, penyimpanan dalam suhu chilling dan pembekuan.
ü  Hampa udara, teknik ini dengan pengalengan, pembotolan, melalui proses pemanasan
ü  Dengan cara pengeringan, penggaraman, penggulaan dan pengasapan.
Secara kimiawi melalui pengasapan dan pengawetan
ü  Lingkungan  : langkah ini ditempuh dengan cara menjauhkan dari keadaan lingkungan yang kotor dan terkontaminasi dari bahan-bahan yang dapat menyebabkan ikan tersebut tercemar.

Pada dasarnya langkah-langkah diatas adalah upaya yang telah umum dilakukan oleh masyarakat dalam memperlambat pembusukan ikan. Yang terpenting dari keseluruhan itu adalah memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga mutu dan menghindarkan praktik-praktik kotor mengebalui konsumen seperti menggunakan pengawet yang berbahaya.