Penyuluh Perikanan

Penyuluh Perikanan
Pulau Tinggi

Jumat, 02 Mei 2014

Analisa Kentut


Analisa Kentut...



Analisa kentut dari sudut pandang Fisika dan Kimia (penting untuk pengetahuan) !!!

Darimana asal kentut?
>Dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yg kita telan,gas yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi kimia & gas dari bakteri dalam perut. 

Apa komposisi kentut?
Bervariasi. Makin banyak udara anda telan, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut (oksigen dari udara terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai di usus). Adanya bakteri serta reaksi kimia antara asam perut & cairan usus menghasilkan karbondioksida. Bakteri juga menghasilkan metana & hidrogen. Proporsi masing-masing gas tergantung apa yang anda makan, berapa banyak udara tertelan, jenis bakteri dalam usus, berapa lama kita menahan kentut. Makin lama menahan kentut, makin besar proporsi nitrogen, karena gas-gas lain terabsorbsi oleh darah melalui dinding usus. Orang yang makannya tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentut lebih banyak karena tubuhnya tidak sempat mengabsorbsi oksigen. 

Kenapa kentut berbau busuk?
Bau kentut karena kandungan hidrogen sulfida & merkaptan. Kedua senyawa ini mengandung sulfur (belerang). Makin banyak kandungan sulfur
dalam makanan anda, makin banyak sulfida & merkaptan diproduksi oleh bakteri dalam perut, & makin busuklah kentut anda. Telur & daging punya peran besar dalam memproduksi bau busuk kentut. Kacang-kacangan berperan dalam memproduksi volume kentut, bukan dalam kebusukannya. 


Kenapa kentut menimbulkan bunyi?
Karena adanya vibrasi lubang anus saat kentut diproduksi. Kerasnya bunyi tergantung pada kecepatan gas.

Kenapa kentut yg busuk itu hangat & tidak bersuara?
>Salah satu sumber kentut adalah bakteri. Fermentasi bakteri & proses pencernaan memproduksi panas, hasil sampingnya adalah gas busuk. Ukuran gelembung gas lebih kecil! , hangat & jenuh dengan produk metabolisme bakteri yg berbau busuk. Ini kemudian menjadi kentut, walau hanya kecil volumenya,tapi SBD (Silent But Deadly). 

Berapa banyak kentut diproduksi sehari?
>Rata-rata setengah liter sehari dalam 14 kali kentut. 

Mengapa kentut keluar melalui lubang dubur?
Karena density-nya lebih ringan, kenapa gas kentut tidak melakukan
perjalanan ke atas? Tidak demikian. Gerak peristaltik usus mendorong isinya ke arah bawah. Tekanan di sekitar anus lebih rendah. Gerak peristaltik usus menjadikan ruang menjadi bertekanan, sehingga memaksa isi usus, termasuk gas-nya untuk bergerak ke kawasan yg bertekanan lebih rendah, yaitu sekitar anus. Dalam perjalanan ke arah anus, gelembung-gelembung kecil bergabung jadi gelembung besar. Kalau tidak ada gerak peristaltik, gelembung gas akan menerobos ke atas lagi, tapi tidak terlalu jauh, karena bentuk usus yg rumit & berbeit-belit.

Berapa waktu yang diperlukan oleh kentut untuk melakukan perjalanan ke hidung orang lain?
Tergantung kondisi udara, seperti kelembaban, suhu, kecepatan & arah  angin,berat molekul gas kentut, jarak antara 'transmitter' dengan 'receiver'.Begitu meninggalkan sumbernya, gas kentut menyebar & konsentrasinya berkurang. Kalau kentut tidak terdeteksi dalam beberapa detik, berarti mengalami pengenceran di udara & hilang ditelan udara selama-lamanya.Kecuali kalau anda kentut di ruang sempit, seperti lift, mobil,konsentrasinya lebih banyak,sehingga baunya akan tinggal dalam waktu lamasampai akhirnya diserap dinding.

Apakah setiap orang kentut?
>Sudah pasti, kalau masih hidup. Sesaat setelah meninggalpun orang masih bisa kentut. 

>Betulkah laki-laki kentut lebih sering daripada perempuan?
>Tidak ada kaitannya dengan gender.. Kalau benar, berarti perempuan menahan kentutnya & saat kentut banyak sekali jumlah yg dikeluarkan.
Saat apa biasanya orang kentut?
>Pagi hari di toilet. yang disebut "morning thunder". Kalau resonansinya bagus, bisa kedengaran di seluruh penjuru rumah.

Mengapa makan kacang-kacangan menyebabkan banyak kentut ?
>Kacang-kacangan mengandung zat gula yg tidak bisa dicerna tubuh. Gula tsb (raffinose, stachiose, verbascose) jika mencapai usus, bakteri di usus langsung berpesta pora & membuat banyak gas. Jagung, paprika, kubis,kembang kol, susu juga penyebab banyak kentut (bukan baunya!).

Selain makanan, apa saja penyebab kentut?
>Udara yang tertelan, makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum soft drink, naik pesawat udara (karena tekanan udara lebih rendah, sehingga gas di dalam usus mengalami ekspansi & muncul sebagai kentut).

Apakah kentut sama dengan sendawa, tapi muncul dari lain lubang ?
Tidak... sendawa muncul dari perut, komposisi kimianya lain dengan kentut.Sendawa mengandung udara le! bih banyak, kentut mengandung gas yang diproduksi oleh bakteri lebih banyak. 

Kemana perginya gas kentut kalau ditahan tidak dikeluarkan ?
>Bukan diabsorbsi darah, bukan hilang karena bocor.. Tapi bermigrasi ke bagian atas menuju usus & pada gilirannya akan keluar juga. Jadi bukan lenyap, tapi hanya mengalamipenundaan. 

Mungkinkah kentut terbakar ?
>Bisa saja. Kentut mengandung metana, hidrogen yg combustible (gas alam mengandung komponen ini juga). Kalau terbakar, nyala-nya berwarna biru karena kandungan unsur hidrogen. 

Bisakah menyalakan korek api dengan kentut ?
>Jangan mengada-ada... konsistensinya lain. Juga suhunya tidak cukup panas untuk memulai pembakaran. 

Mengapa kentut anjing & kucing lebih busuk ?
>Karena anjing & kucing adalah karnivora (pemakan daging). Daging kaya akan protein. Protein mengandung banyak sulfur, jadi bau kentut binatang ini lebih busuk. Lain dengan herbivora seperti sa! pi, kuda, gajah, yang memproduksi kentut lebih banyak, lebih lama, lebih keras bunyinya, tapi relatif tidak berbau. 

>Betulkah bisa teler kalau mencium bau kentut 2-3 kali berturut-turut ?
>Kentut mengandung sedikit oksigen, mungkin saja anda mengalami pusing  kalau mencium bau kentut terlalu banyak.

 Apakah warna kentut ?
>Tidak berwarna. Kalau warnanya oranye seperti gas nitrogen oksida, akan  ketahuan siapa yang kentut.
Kentut itu apakah asam, basa atau netral ?
>Asam, karena mengandung karbondioksisa (CO2) & hidrogen sulfida (H2S). 

Apa yang terjadi kalau seseorang kentut di planet Venus ?
>Planet Venus sudah banyak mengandung sulfur (belerang) di lapisan  udaranya, jadi kentut di sanapun tidak ada pengaruhnya - begitupula di tangkuban parahu jeung sajabana or DBKL (daerah bebas kentut lainnya)

Budidaya Teripang Pasir

Budidaya Teripang Pasir


Di perairan Indonesia terdapat banyak jenis teripang. Namun demikian, yang memiliki nilai ekonomi tinggi hanyalah beberapa jenis saja. yaitu teripang pasir (Holothuria scabra), teripang perut hitam (H. atra), teripang susuan (H. nobilis), teripang perut merah (H. edulis), dan teripang nanas (Thelenota ananas). Teripang merupakan lauk yang lezat dan disukai masyarakat Cina dan bernilai jual tinggi di pasaran. Teripang diperdagangkan dalam bentuk awetan/kering.

Belum banyak negara di dunia yang membudidayakan teripang, Satu jenis teripang yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia ialah teripang pasir (Holothuria scabs). Budi daya teripang pasir memungkinkan dilakukan oleh masyarakat pantai. Hal ini disebabkan teknik budi dayanya cukup sederhana dan investasi yang diperlukan relatif kecil.

A. Sistematika
Famili Holothuridae
Species Holothuridae scabra
Nama dagang sea cucumber, beche-de-mere
Nama lokal mentimun laut, gamat.

Teripang


B. Ciri-ciri dan Aspek Biologi
1. Ciri fisilk
Bentuk badan memanjang mirip mentimun, oleh karma itu, hewan ini biasa disebut mentimun laut atau sea cucumber. Mulut dan anus terdapat di kedua ujung badannya. Bagian punggun-nya berwarna abu-abu dengan pita putih atau kekuningan memanjang secara horizontal. Bagian bawah tubuhnya berwarna putih dan berbintik-bintik hitam/gelap.

2. Pertumbuhan dan perkembangan
Teripang pasir dapat tumbuh sampai ukuran 40 cm dengan bobot 1,5 kg. Kematangan gonad hewan air berumah dua (diosis) ini pertama kali terjadi pada ukuran rata-rata 220 mm. Seekor teripang betina mampu menghasilkan telur dalam jumlah yang sangat banyak hingga mencapai sekitar 1,9 juta butir telur. Daur hidup hewan ini dimulai dengan telur yang dibuahi yang akan menetas dalam waktu seitar 2 hari.

C. Pemilihan Lokasi Budi Daya
- Dasar perairan terdiri dari pasir.
- Pasir berlumpur yang ditumbuhi lamun (seagrass).
- Pada surut terendah masih tergenang air yang dalamnya antara 4o-8o cm.
- Kecerahan air di atas 75 cm dan arus tidak terlalu kuat serta terlindung dari angin yang kencang.
- Perairannya tidak tercemar dan mudah dijangkau.
- Salinitas antara 24-33 ppt serta suhu 25-30 derajat celcius


D. Wadah Budidaya
Di lokasi terpilih dibangun kurung tancap terbuat dari pagar bambu atau kayu. Kurung tancap tersebut berlapis waring nilon ukuran mata 0,2 cm di sebelah dalamnya. Pagar bambu/papan harus tertanam cukup dalam dan kuat ke dasar perairan sehingga tidak terjadi kebocoran pada. kurungan. Luas kurungan sekitar 50 M2 atau disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, penebaran benih teripang berukuran 40-60 g sebaiknya kepadatannya 6-8 ekor/m2 atau teripang berukuran lebih besar, yaitu antara 70-100 g dengan padat tebar 4-6 ekor/m2.

E. Pengelolaan Budidaya

1. Penyediaan benih
Benih teripang yang dipilih seragam, baik jenis maupun ukuran. Ciri benih yang baik adalah tubuhnya berisi dan tidak cacat. Hindari juga pemilihan benih yang sudah mengeluarkan cairan warna kuning. Sebaiknya pengangkutan benih tidak dalam waktu lama (lebih dari satu jam) dan dalam keadaan tertumpuk/padat. Pengangkutan benih dilakukan pada pagi hari atau malam hari atau saat suhu rendah. Wadah yang digunakan dalam pengangkutan diberi substrat pasir, khususnya untuk sistem pengangkutan terbuka.

2. Penebaran. benih
Benih teripang dengan bobot awal 4o-6o g ditebar ke dalam kurung tancap dengan kepadatan 5-6 ekor/m 2. Penebaran dilakukan pada pagi, sore hari, atau saat suhu udara/air rendah. sebelum benih ditebar, benih perlu diadaptasikan terlebih dahulu untuk kondisi salinitas dan air di lokasi budi daya.

3. Pemberian pakan
Pakan teripang terdiri dari mikroorganisme, seperti bakteri dan ptotozoa, jasad benthos, makro alga, dan detritus. Selama pemeliharaan yang berlangsung sekitar 4-5 bulan, benih teripang diberi pakan berupa kotoran ayam, kompos, atau dicampur dedak 0,1 kg/m2 sebanyak satu kali dalam seminggu. Kotoran ayam atau dedak halus sebelum ditebar dicampur dengan air bersih, lalu diaduk merata agar tidak hanyut atau terapung.Pemberian pakan tersebut dilakukan pada saat air surut. Pemberian kotoran ayam berfungsi sebagai pupuk untuk merangsang pertumbuhan diatomae yang merupakan pakan utama teripang.

F. Pengendalian Hama dan Penyakit
Jenis hama yang sering dijumpai datam kurungan
teripang adalah kepiting, bulu babi, dan bintang laut. Pengendaliannya dengan pengambilan hama secara manual dengan periode tertentu. Sementara itu, jenis penyakit yang menyerang teripang dari famili Holothuroidae belum banyak diketahui karena budi dayanya masih belum berkembang.
Teripang yang sehat

G. Panen
Teripang ukuran konsumsi dengan bobot 300-500 g dapat dicapai setelah dipelihara selama 4-5 bulan untuk memanennya. Panen teripang dilakukan pada saat air surut terendah. Panen dilakukan beberapa kali karena banyak yang membenamkan diri dalam pasir atau Lumpur. Untuk mengetahui apakah teripang sudah terpanen semuanya, dilakukan pengecakan pada saat air pasang karena teripang senang keluar dari persembunyiannya setelah air pasang.

Teripang ukuran konsumsi


sumber : Penebar Swadaya, 2008

Siraman Rohani 1 (Adab Makan)

Adab-Adab Makan

 


a. Memulai makan dengan mengucapkan Bismillah.
Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Apabila salah seorang diantara kalian hendak makan, maka ucapkanlah: ‘Bismilah.’ Dan jika ia lupa untuk mengucapkan Bismillah di awal makan, maka hendaklah ia mengucapkan ‘Bismillahi Awwalahu wa Aakhirahu (dengan menyebut nama Allah di awal dan diakhirnya).’” (HR. Daud Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih Ibnu Majah: 3264)
b. Hendaknya mengakhiri makan dengan pujian kepada Allah.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barangsiapa telah selesai makan hendaknya dia berdo’a: “Alhamdulillaahilladzi ath’amani hadza wa razaqqaniihi min ghairi haulin minni walaa quwwatin. Niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Daud, Hadits Hasan)
Yang artinya:
“Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan ini kepadaku dan yang telah memberi rizki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku.”
c. Hendaknya makan dengan menggunakan tiga jari tangan kanan.
Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dengan menggunakan tiga jari.” (HR. Muslim, HR. Daud)
d. Hendaknya menjilati jari jemarinya sebelum dicuci tangannya.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Apabila salah seorang diantara kalian telah selesai makan maka janganlah ia mengusap tangannya hingga ia menjilatinya atau minta dijilati (oleh Isterinya, anaknya).” (HR. Bukhari Muslim)
e. Apabila ada sesuatu dari makanan kita terjatuh, maka hendaknya dibersihkan bagian yang kotornya kemudian memakannya.
Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Apabila ada sesuap makanan dari salah seorang diantara kalian terjatuh, maka hendaklah dia membersihkan bagiannya yang kotor, kemudian memakannya dan jangan meninggalkannya untuk syaitan.” (HR. Muslim, Abu Daud)
f. Hendaknya tidak meniup pada makanan yang masih panas dan tidak memakannya hingga menjadi lebih dingin, hal ini berlaku pula pada minuman. Apabila hendak bernafas maka lakukanlah di luar gelas, dan ketika minum hendaknya menjadikan tiga kali tegukan.
Sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk menghirup udara di dalam gelas (ketika minum) dan meniup di dalamnya.” (HR. At Tirmidzi)
g. Hendaknya menghindarkan diri dari kenyang yang melampaui batas.
Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya.” (HR. Ahad, Ibnu Majah)
h. Makan memulai dengan yang letaknya terdekat kecuali bila macamnya berbeda maka boleh mengambil yang jauh.
Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Wahai anak muda, sebutkanlah Nama Allah (Bismillah), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa-apa yang dekat denganmu.” (HR. Bukhari Muslim)
i. Hendaknya memulai makan dan minuman dalam suatu jamuan makan dengan mendahulukan (mempersilakan mengambil makanan terlebih dahulu) orang-orang yang lebih tua umurnya atau yang lebih memiliki derajat keutamaan.
j. Ketika makan hendaknya tidak melihat teman yang lain agar tidak terkesan mengawasi.
k. Hendaknya tidak melakukan sesuatu yang dalam pandangan manusia dianggap menjijikkan.
l. Jika makan bersama orang miskin, maka hendaklah kita mendahulukan mereka.


Disadur dari: Adab adab Harian Muslim, Ibnu Katsir

Minggu, 27 April 2014

Mengenal Penyakit Ice-Ice Pada Budidaya Rumput Laut





Penyakit ice-ice merupakan salah satu penyebab kegagalan budidaya rumput laut. Adapun tanda-tanda atau ciri-ciri timbulnya penyakit ini yakni tanaman tampak memutih. Mula-mula terdapat bintik putih pada ujung talus kemudian diikuti dengan pemutihan pada seluruh tanaman rumput laut, akhirnya terjadi pembusukan dan  pemutusan talus yang dapat mengakibatkan kerusakan bahkan kematian (Anggadiredja,1996).
Berkaitan dengan penyakit pada rumput laut, maka beberapa mikroorganisme yang bersifat parasit terhadap alga laut, yakni Olpidium, Rozella, Lagenidium (Alexopoulus dan Charles, 1979);  Chadefaudia, Phycomelaina dan Turgidusculum (Moss, 1986); Achromobacter, Acinetobacter, Flavobacterium, Moracella, Pseudomonas dan Vibrio (Austin, 1993).  Penelitian Tokan (2006) menunjukkan bahwa dalam talus rumput laut yang berpenyakit ice-iceditemukan beberapa mikroorganisme antara lain Pseudomonas, Achynetobacter, Halococcus dan Chytridium. Berdasarkan jumlah sel dan resistensinya terhadap antibiotika, maka diduga Pseudomonas sp merupakan penyebab penyakit ice-ice.
Walaupun penyebab pasti penyakit ice-ice belum dapat ditentukan, namun demikian, Semangun (2001) menjelaskan bahwa penyakit hanya akan terjadi jika pada suatu waktu di suatu tempat terdapat (1) tumbuhan yang rentan, (2) patogen yang virulen, dan (3) lingkungan yang sesuai. Penyakit ice-ice juga erat kaitannya dengan ke tiga faktor ini. Kualitas lingkungan perairan yang tidak sesuai dengan baku mutu, kualitas benih rumput laut yang jelek atau rumput laut sendiri bersifat rentan terhadap penyakit serta adanya patogen pada lokasi budidaya merupakan faktor-faktor yang berperan dalam munculnya penyakit ice-ice.

Penyebab : Faktor lingkungan dan beberapa jenis bakteri seperti : Pseudoalteromonas gracilis, Pseudomonas spp.. dan Vibrio spp.

Bio – Ekologi Patogen :
  • Kasus ice-ice pada budidaya rumput laut dipicu oleh fluktuasi parameter kualitas air yang ekstrim (kadar garam, suhu air, bahan organik terlarut dan intensitas cahaya matahari).
  • Pemicu lain adalah serangan hama seperti ikan baronang, penyu hijau, bulu babi dan bintang laut menyebabkan luka pada thallus, sehingga mudah terinfeksi oleh mikroorganisme.
  • Pada keadaan stress, rumput laut akan membebaskan substansi organik yang menyebabkan thallus berlendir dan merangsang bakteri tumbuh melimpah di sekitarnya.
  • Pertumbuhan bakteri pada thallus akan menyebabkan bagian thallus menjadi putih dan rapuh. Selanjutnya, mudah patah, dan jaringan menjadi lunak yang menjadi ciri penyakit ice-ice.
  • Penyebaran penyakit ini dapat terjadi secara vertikal (dari bibit) atau horizontal melalui perantaraan air.
Gejala klinis :
  • Penyakit ini ditandai dengan timbulnya bintik / bercak-bercak merah pada sebagian thallus yang lama kelamaan menjadi kuning pucat dan akhirnya berangsur-angsur menjadi putih. Thallus menjadi rapuh dan mudah putus.
  • Gejala yang diperlihatkan adalah pertumbuhan yang lambat. terjadinya perubahan warna menjadi pucat dan pada beberapa cabang thallus menjadi putih dan membusuk.
Diagnosa :
  • Pengamatan secara visual dan mikrobiologis.
Pengendalian :
  • Penggunaan bibit unggul merupakan cara yang sangat penting untuk pengendalian penyakit ice-ice.
  • Desinfeksi bibit dapat dilakukan dengan cara dicelupkan pada larutan PK (potasium permanganat) dengan dosis 20 ppm
  • Pemilihan lokasi budidaya yang memenuhi persyaratan optimum bagi pertumbuhan rumput laut.
  • Penerapan teknik budidaya yang disesuaikan dengan lingkungan perairan
  • Memperhatikan musim dalam kaitannya dengan teknik budidaya yang hendak diterapkan.



diolah dari berbagai sumber, 2014.

Sabtu, 26 April 2014

Panen dan Pasca Panen Rumput Laut

PANEN DAN PASCA PANEN RUMPUT LAUT


Gambar 1. Budidaya Rumput Laut Eucheuma cottonii Sistem Long Line 

PANEN
                Panen dapat dilakukan dengan cara memotong sebagian tanaman. Panen  dengan cara ini mempunyai keuntungan, yaitu menghemat tali pengikat bibit, namun cara ini memerlukan waktu kerja yang lebih lama. Sisa-sisa tanaman thallus yang tua akan menyebabkan pertumbuhan lambat, sehingga kandungan karaginan dari hasil panen berikutnya cenderung lebih rendah. Pemotongan tanaman sebaiknya dilakukan dengan alat potong yang tajam dan steril agar pada bekas potongan sisa tanaman tersebut dapat tumbuh percabangan baru dengan baik.
                Cara panen dengan mengangkat seluruh tanaman akan memerlukan waktu kerja lebih singkat. Pelepasan tanaman dari tali ris dilakukan saat di darat. keuntungan panen dengan cara ini, yaitu dapat melakukan pengikatan kembali bibit rumput laut dengan memilih bagian dari tanaman yang masih muda dengan laju pertumbuhan yang tinggi, sehingga kandungan karaginan yang dihasilkan pada panen berikutnya akan relatif lebih tinggi.
  
Gambar 2. Panen rumput laut 
 
Gambar 3.  Pengangkutan rumput lautke darat

PENANGANAN HASIL PANEN
                Jika panen dilakukan pada cuaca yang cerah, maka kualitas rumput laut akan terjamin, sebaliknya jika panen pada saat cuaca mendung akan mengakibatkan fermentasi sehingga mutunya menurun. Oleh karena itu rumput laut kering sangat ditentukan dari cara penanganan pasca panen
                Rumput laut yang panen langsung dikeringkan dibawah terik sinar matahari langsung, diletakan diatas para-para atau dialas agar hasil panen tersebut nantinya tidak akan tercampur dengan pasir dan tanah atau benda asing lainnya. Dalam keadaan cuaca baik biasanya pengeringan akan berlangsung selama 2-3 hari dengan kadar air 30-35%. Disamping itu juga dilakukan kegiatan sortasi dan membersihkan rumput laut dari benda asing yang menempel, seperti Hypnea, Sargasum, Ulva dll. Pasir dan garam akan terpisah melalui pengayakan, yaitu setelah selesainya proses pengeringan. Ciri atau warna rumput laut yang sudah kering adalah ungu keputihan dilapisi kristal garam. Setelah kering disimpan dalam gudang yang tidak lembab, hasil pengeringan cara ini disebut kering asahan.
                Pengeringan rumput laut dgn fermentasi dilakukan dengan membersihkan rumput laut terlebih dahulu, kemudian dibungkus dengan plastik dan direndam atau dijemur 2-3 hari sehingga menjadi putih transparan. Selanjutnya dikeluarkan dan dijemur diatas para-para atau alas selama 3-4 hari sampai warna putih krem dilapisi kristal garam dengan kadar air 20-25%. Setelah kering disimpan dalam gudang yang tidak lembab, hasil ini disebut kering putih.
                Sedangkan pengolahan pasca panen rumput laut yang dicuci dulu dengan air tawar sebelum dijemur adalah dengan menjemur selama 1-2 hari, dicuci kembali dengan air tawar untuk melarutkan kadar garam, kemudian dijemur kembali 1-2 hari sampai berwarna putih. Jika masih belum putih dilakukan pencucian ulang dan dijemur 1-2 hari sehingga warna putih kekuningan dengan kadar air 15-20%, baru disimpan dalam gudang yang tidak lembab.

Gambar 4. Jenis rumput laut yang mempunyai nilai ekonomis tinggi

           
 TEKNOLOGI PASCA PANEN DAN PENGOLAHAN
                Penanganan pasca panen menentukan mutu rumput laut yang dihasilkan sebagai bahan baku untuk pengolahan. Kegiatan ini harus dilakukan secara seksama mulai dari cara pemanenan, pencucian, pengeringan, pengemasan dan penyimpanan. Saat panen rumput laut harus cukup umur sesuai dengan jenisnya, pencucian harus menghasilkan tingkat kebersihan yang memenuhi standar seperti kadar garam dan kandungan kotoran yang rendah. Pengeringan harus dapat mencapai kadar air yang cukup rendah. Berdasarkan SNI kadar air maksimum untuk Eucheuma 35%, Gelidium 15%, Gracilaria 25% serta kadar kotoran yang tidak melebihi 5%. Penyusutan rumput laut dari basah ke kering adalan sekitar 10:1.


Faktor Penting Pasca Panen Rumput Laut
                Faktor-faktor yang perlu diperhatikan agar memperoleh kualitas produk rumput laut yang memenuhi standar adalah sebagai berikut :
1.      Pemanenan
Gracilaria dipanen setelah umur 90 hari, panen berikutnya setelah umur 60 hari. Eucheuma dipanen setelah umur 45 hari. Sargasum dipanen setelah panjang thallus diatas 50 cm.
Gambar 5. Pengkutan rumput laut
2.      Sortasi
Dilakukan untuk menghilangkan kotoran lain seperti karang, lumpur dan benda asing lainnya.

Gambar 6. Sortasi rumput laut yang telah dipanen

3.      Pencucian
Bertujuan menghilangkan kotoran lumpur dan garam yang menempel. Pencucian dilakukan setelah panen atau setelah dikeringkan. Eucheuma dilakukan dengan merendam larutan alkali KOH 0,5-3% selama 2-3 jam, sedangkan Gracilaria cukup dengan air tawar.

4.     Pengeringan
Penjemuran ditempat terbuka agar cukup mendapatkan sinar matahari dan angin. Pengeringan dilakukan sampai kadar air memenuhi standar masing-masing jenis rumput laut.

Gambar 7. Penjemuran rumput laut

5.      Pengemasan dan Penyimpanan
Rumput laut yang sudah kering disimpan dalam karung  dan diberi label, penyimpanan di dalam gudang yang tidak lembab.

Gambar 8. Penyimpanan rumput laut kering


Oleh : Herman Setiawan, S.Pi (Koord. Penyuluh Perikanan Kab. Bangka Selatan)
Sumber :  Balai Besar Pengembangan Budidaya  Air Payau